Puluhan Barong dan Rangda di Luhur Pucak Padang Dawa
8:59 PM|
0
comments
| Ritual penyambutan untuk Ida Sesuhunan yang baru hadir di Pura Pucak Padang Dawa |
| Ritual mengelilingi bangunan - bangunan suci yang ada di kawasan pura Pucak Padang Dawa sebelum menuju tempat yang sudah disediakan |
| Semakin sore-malam masyarakat yang datang untuk bersembahyang semakin ramai |
| Meski sempat diselingi hujan namun ritual tetap berjalan normal. Terlihat petapakan dilindungi dengan mantel plastik agar tidak basah |
| Sesekali terjadi trance yang melibatkan warga penyungsung (pengikut) |
| Kelompok penabuh gong mengiringi prosesi menuju pura Beji. Tampak dengan latar sawah dan perbukitan |
Persembahan Pajegan Ayam Setinggi 2 Meter di Pura Samuan Tiga
9:10 PM|
0
comments
| Seorang wanita bali terlihat perkasa membawa pajegan setinggi 2 meter. Tampak beberapa turis terlihat antusias mengikuti perjalanan menuju Pura Samuan Tiga |
| Gambaran beratnya pajegan yang berisi 9 ekor ayam panggang, buah-buahan serta jajan-jajanan. Diperlukan 3-4 orang pria dewasa untuk membantu memindahkan ke tempat yang sudah disediakan |
Sang Hyang Dedari Dipentaskan Lagi Setelah Puluhan Tahun
9:34 PM|
0
comments
Penyineban Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih
6:14 AM|
0
comments
| Wewalen Wayang Lemah |
| Rejang Dewa di pelataran Pura Penataran Agung Besakih. Persembahan sanggar dari desa Ubud, Gianyar |
| Persembahyang bersama di pelataran Pura Penataran Agung Besakih |
| Mengusung seluruh pralingga menuju 'bencingah' (depan gerbang utama) Pura Besakih |
| Tari Pependetan menyambut pralingga di 'bencingah' Pura Besakih |
| Ritual 'Bhakti Tetingkeb' di 'bencingah' Pura Besakih. Ritual terakhir sebelum seluruh pralingga kembali ke pura masing-masing |
| Mendem Orti (yang secara simbolis merupakan bagian dari Bagia Pula Kerti yang sebelumnya sudah dibakar sampai menjadi abu) di depan meru Pura Penataran Agung Besakih |
| Mendem Bagia Pula Kerti. Sebagai penutup seluruh isi Bagia Pula Kerti ditanam di depan meru Pura Penataran Agung |
Ritual Meprani di Pura Ulun Danu Batur Diguyur Hujan Deras
12:32 PM|
0
comments
| Antusiasme anak-anak berebut uang 'kepeng' simbolisasi berkah pada bagian dari prosesi meprani. Topeng Sidhakarya pada ritual meprani sebagai rangkaian prosesi penyineban Ngusabha Kedasa di Pura Ulun Danu Batur |
| Guyuran hujan pada ritual meprani tidak menyurutkan antusiasme warga mengikuti ritual upacara. Ritual meprani sebagai ungkapan rasa syukur dan kekeluargaan dalam rangkaian penyineban ngusabha Kedasa di Pura Ulundanu Batur |
| Tari Baris Perang-perangan di antara payung-payung warga sebagai bagian dari prosesi meprani yang tetap berlangsung walau hujan deras. |
| Bpk. Jro Wacik, Menteri ESDM RI sebagai warga Kintamani (tuan rumah) menemani Gubernur Bali Bpk. Mangku Pastika beserta Ibu mengikuti ritual meprani di Pura Ulun Danu Batur walau dalam kondisi hujan |
| Metiti Swara pada ritual meprani di Pura Ulun Danu Batur. Semacam pengucapan sumpah kesetiaan warga desa Kintamani |
| Membagi-bagikan uang kepeng sebagai simbolis berkah. Sesi penutup 'metiti swara' pada ritual meprani di Pura Ulun Danu Batur |
| Anak-anak terlihat antusias berebut mendapat 'pice' pada prosesi metiti swara. Terlihat para undangan diantaranya bupati Badung, Bpk. Anak Agung Gede Agung dan bupati Karangasem, Bpk. Wayan Geredeg. Sebelumnya juga terlihat wakil gubernur Bali, Bpk. Anak Agung Puspayoga ikut bersembahyang membaur bersama warga. |
| Salah satu warga melakukan persembahyangan meprani menggunakan jas plastik karena hujan deras mengguyur selama prosesi acara |
Penyineban & Nuek Bagia Pula Kerti pada Karya Agung Ngenteg Linggih di Pura Pusat Kawitan Tangkas Kori Agung
1:42 PM|
0
comments
| Prosesi "ngeseng bagia pulakerthi" yang dilakukan secara simbolis dengan membakar salah satu bagian yang disebut dengan "Orti" |
| Ritual "nguyeg" abu bagia pula kertih setelah di-"geseng" |
| Abu hasil "ngeseng" bagia pula kertih dimasukan ke dalam buah kelapa, kemudian dihias dengan kain putih, kwangen (bunga-bungaan) serta uang kepeng dan diikat dengan tali "tri datu" |
| Abu hasil "ngeseng" di tempatkan pada 4 buah kelapa yang dihias. Selanjutnya akan diletakan pada ke-4 pojok lubang tempat "mendem" bagia pula kertih |
| Persembahyangan oleh pemangku sebelum melanjutkan ritual "mendem" bagia pula kertih |
| Ucapan doa & mantram oleh Ida Padanda Gede Putra Tembau dari Griya Aan di depan bagia pula kertih, sebelum nuek bagia pula kertih |
| Nuek Bagia Pulakerthi |
| Ucapan doa & mantram oleh Ida Padanda Gede Putra Tembau dari Griya Aan pada lubang tempat bagia pula kertih akan di-"pendem" |
| Keempat abu hasil "ngeseng" bagia pula kertih yang telah dihias dan diupacarai selanjutnya akan diletakan pada ke-4 pojok lubang tempat "mendem" bagia pula kertih |
| Ritual mendem bagia pula kertih |
| Ritual mendem bagia pula kertih |
| Banten tetingkeb juga ikut di-"pendem" |
| Banten tetingkeb juga ikut di-"pendem" |
| Setelah semua masuk ke dalam lobang, kemudian mulai ditutup dengan tanah |
Puncak Karya Agung Mamungkah di Pura Pusat Kawitan Tangkas Kori Agung
10:15 AM|
0
comments
| Kedatangan Ida Sasuhunan Tapel (topeng) Gajah Mada yang disakralkan dari Blahbatuh Gianyar. Selain ikut hadir sebagai saksi upacara, topeng-topeng yg dibawa juga ikut ditarikan (masolah). Sayangnya karena alasan kesakralan tidak diperkenankan utk difoto |
| Ritual 'pembersihan/penyucian' sarana upacara |
| Penari Rejang Dewa, melakukan 'purwa daksina' mengitari Utama Mandala Pura searah jarum jam |
| Wewalen, Tari Baris Tombak di Madya Mandala Pura Kawitan Tangkas Kori Agung |
| Wewalen Wayang Lemah di Utama Mandala Pura Kawitan Tangkas Kori Agung |
| Topeng Sidakarya di Madya Mandala, depan Kori Agung Pura Kawitan Tangkas Kori Agung |
| Tak ketinggalan bait-bait kekawin & kidung warga sari dinyanyikan |
| 'mepurwa' daksina, mengitari tempat upacara searah jarum jam, dilanjutkan menuju bale paselang untuk mengikuti ritual 'mapeselang' |
| 'pemundut' Ida Bhatara melewati 'lantaran' kerbau bertanduk emas menuju bale paselang pada ritual 'mapeselang |
| Ritual 'matiti mah mah' yaitu Ida Bhatara naik menuju 'palinggih paselang' di bale Paselang pada upacara 'mapeselang' |
| Ida Peranda Istri dari Grya Aan, dalam ritual 'mapeselang' |
| Ritual 'majejiwan' di bale paselang oleh Ida Padanda Gede Putra Tembau, serta Ida Pedanda Istri dari Griya Aan, Banjarangkan, Klungkung |
| 'Napinin' beras manik galih, biasanya berisi bros atau cincin 'nawaratna' berpermata 8 warna sebagai simbol pangider, ngampuhang mala jagat pada ritual mapeselang di bali Paselang. |
Blog foto oleh I Nengah Januartha. Seorang fotografer freelance yang pekerjaan utamanya adalah seorang programmer
2012 Bali Photo Blog . All right reserved.